|
Dijauhi Keluarga Karena Beda Aqidah
Saya seorang mualaf. Baru tiga bulan masuk Islam. Saya punya persoalan yang sangat berat yang harus saya hadapi. Sejak beberapa bulan terakhir saya dijauhi oleh keluarga saya. Ini berlangsung sejak saya memeluk Islam. Kalau saya sendiri inginnya walau saya dan mereka berbeda agama namun hubungan keluarga itu tetap ada. Namun mereka tidak bisa terima itu. Yang saya tanyakan kepada ibu, bagaimana sikap saya terhadap mereka? Apakah saya sebaiknya melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan? Bagaimana Islam mengatur hal seperti ini? Mohon jawabannya sehingga bisa menjadi pencerahan.
Moh. Donny Saputro
Lebak Surabaya
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bapak Donny yang dirahmati Allah SWT
Alhamdullilah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan hidayah kepada Bapak untuk menapaki jalan Islam yang Agung dan damai.
Bapak Donny yang baik, memang tidak mudah bila hambatan dalam Aqidah dihalangi oleh keluarga sendiri, akan tetapi dalam Islam kita juga tidak diperkenankan bersikap memusuhi keluarga karena kita telah mendapatkan hidayah. Sesungguhnya hidayah cahaya hati menuju agama yang diridhoi-Nya tidak turun pada setiap manusia dan datangnya dari Allah SWT semata.
"Sesungguhnya Ad-Dien yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. 3:19)
Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam (artinya, tunduk atau patuh) selain yaslamu salaam (yang berarti selamat, sejahtera atau damai). Sebagai seorang muslim kita diwajibkan mengikuti ajaran Islam secara total dan perbuatannya membawa perdamaian dan keselamatan bagi manusia. Saat ini keluarga Bapak belum mendapatkan ”hidayah” sehingga mereka merasa bahwa Bapak bukan lagi golongan mereka dan berusaha untuk menarik Bapak kembali dengan menjauhi dan bersikap keras.
Saran saya untuk Bapak Donny :
§ Banyak bersyukur Bapak telah diberi petunjuk dalam iman Islam. Perbedaan aqidah tidaklah memutuskan persaudaraan, bagaimanapun mereka adalah keluarga kita. Mohon petunjuk Allah SWT, doakan keluarga Bapak untuk mendapatkan hidayah-Nya. Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki- Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash : 56 )
§ Untuk sementara jagalah jarak dengan keluarga agar terhindar dari konflik berkepanjangan, namun tetaplah beri perhatian pada keluarga lewat telepon maupun silaturahmi sesekali (tentunya hindari hadir dalam acara ritual keagamaan mereka). Bila ternyata mereka bersikap memusuhi Bapak, tidak perlu masukkan ke dalam hati. Jalanilah sebagai proses menuju ketakwaan kepada Allah SWT.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (Ali 'Imran: 159)
§ Tambahlah pengetahuan dan pemahaman Bapak tentang berbagai ilmu dalam Islam yang bersumber dari al-Quran dan Hadits. Akan lebih mudah bila Bapak dibimbing oleh alim ulama yang memahami tentang Islam, sehingga setiap hari wawasan Bapak bertambah tentang Islam.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”
(QS, Shaad 38:29)
§ Bersilaturahmi dan pereratlah persaudaraan sesama muslim (menjalin ukhuwah), terutama dengan organisasi yang merupakan wadah dari para mualaf. Manfaatnya adalah memperkuat keimanan, menambah ilmu dan Bapak dapat berbagi kisah dengan saudara sesama muslim dalam perjuangan mencari ridho-Nya.
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara
(QS A1-Hujurat [49]: 10).
§ Berdoalah kepada Allah SWT tentang kesulitan yang Bapak hadapi dan mohonlah kelonggaran dalam menghadapi persoalan ini.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.s. al-Baqarah: 186).
§ Mudah-mudahan hati Bapak diberikan kesabaran dan keteguhan untuk ikhlas dalam iman Islam serta diberi ketenangan hati dalam berhijrah menuju kebahagiaan dunia dan akherat....! Amin
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran (Al-Ashr: 2-3)
|