PADANG - Para korban gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mulai kelaparan. Mere­ka yang kekurangan makanan tak hanya yang berada di daerah terpencil, tapi juga di Kota Pa­riaman dan Padang.Â


Bantuan makanan telat datang. Hal itu dikeluhkan para warga Enam Lingkung Naga­ri Pakandangan, Kampung Panas, Padang Pa­riaman. Menurut Yulianti, salah seorang warga, sejak gempa terjadi Rabu lalu (30/9), desanya belum mendapat bantuan makanan sama sekali.

''Ada bantuan pakaian. Tapi, buat apa? Kami nggak butuh pakaian," keluhnya.

Yulianti bersama ratusan warga lain hampir putus asa. Pasalnya, persediaan makanan mereka sudah menipis. ''Bisa makan sekali sehari sudah untung," ujarnya.Â

Â

Hal serupa terjadi di Kota Pariaman. Tak urung, saat bantuan tiba, para warga langsung mengular antre di posko bencana. Bahkan, mereka saling berebut mi yang dibagikan para relawan. ''Sabar, ya bapak-bapak, ibu-ibu," ujar sa­lah seorang relawan.

Namun, para warga semakin tidak sabar. ''Sabar bagaimana, sudah ke­laparan seperti ini," celutuk salah seorang ibu. Mendengar celetukan itu, para relawan hanya tersenyum.

Di perkampungan China, Kota Padang, warga keturunan Tionghoa juga kekurangan makanan. Apalagi, mereka yang rumahnya habis "tertelan" gempa.

Sampai hari keempat pascagempa, sejumlah masyarakat mengeluh belum menerima bantuan dari pemerintah setempat. Masyarakat hanya bertahan dengan persediaan logistik yang tersisa. Para korban itu mengaku kecewa atas lambannya pendistribusian makanan.

''Sampai hari ini kami sama sekali belum menerima bantuan. Bagaimana bentuk bantuan dan apa rasanya kami tak tahu. Sementara persediaan di rumah sudah sangat terbatas. Jika kondisi ini terus berlanjut, bisa-bisa kami mati kelaparan," ujar Zulkani, salah seorang korban gempa di RT 01 RW 07 Pasar Ambacang.

Dia sangat menyayangkan lambannya pendistribusian logistik dari pemerintah. Padahal, logistik tersebut sangat dibutuhkan masya­rakat setempat. ''Kami sangat ingin bantuan logistik itu segera datang. Kami yang tua-tua bisalah menahan lapar. Tapi, bagaimana dengan anak-anak?" ujarnya. Hal senada dikeluhkan Kasman, ketua RT 03 RW 05 Rawang Ketaping. Padahal, di tempat tinggalnya ada sekitar 500 korban gempa.

Lebih parah lagi beberapa dusun terpencil di Padang Pariaman. Di antaranya Dusun Korong Siala­ngan, Padang Alai, Koto V Timur dan Desa Nagari Tandikek, yang ber­batasan dengan Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung.

Persediaan makanan warga, seper­ti beras dan mi, sudah menipis. Bah­kan, ada yang sudah tak me­miliki beras sama sekali. ''Di bawah (Padang Alai, Red) katanya ada posko. Kami ingin minta bantuan makanan,'' ujarnya.

Memasuki dusun itu, yang terlihat hanya puing-puing rumah berserak­an. Tatapan para bocah terlihat kosong, seolah tak bermasa depan. Sudah beberapa hari ini mereka hanya makan mi. ''Kami harus berhemat. Yang penting bisa makan bareng-bareng,'' jelas Firdaus, salah seorang warga Korong Sialangan.

Bukan hanya kondisi rumah me­reka yang mengenaskan. Pada ma­lam, dusun itu gelap gulita. Selain listrik yang memang belum masuk, minyak tanah yang biasa untuk menghidupkan lampu tidak bisa lagi mereka dapatkan. Kalaupun ada sisa sedikit, mereka lebih memilih menggunakan untuk memasak.

Kemarin warga mulai berbenah. Mereka mengais-ngais barang yang diperkirakan masih bisa dipakai. Peralatan rumah tangga yang masih bisa diperbaiki mereka selamatkan. Kursi, meja, lemari, dan perabotan lain mereka kumpulkan. Mereka juga mengais sisa makanan di reruntuhan rumah mereka. ''Setiap hari kami mencari sisa makanan seperti ini,'' ujar Tahir, warga lainnya.

Karena mulai kelaparan, warga mu­lai ada yang turun ke bawah per­bukitan. Mereka mendatangi posko bantuan yang ada di Padang Alai. ''Hingga hari ini, belum ada bantuan yang datang,'' ujar Samiun, juga warga Korong Sialangan.

Sejatinya, warga memaklumi bila belum ada bantuan yang datang lantaran sulitnya akses menuju ke du­sun mereka. Tapi, mereka berharap agar usaha mencari bantuan makanan ke posko bisa berhasil. ''Dari dulu kami memang terisolasi, apala­gi setelah ada gempa ini,'' ucapnya.

Nagari Tandikek memiliki beberapa korong (setingkat dusun), an­tara lain Jumanak, Gunuang Tigo, dan Lubuaklaweh. Kira-kira 90 persen rumah penduduk dan fasilitas umum di tiga dusun itu rata dengan tanah. Ratusan orang diperkirakan tertimbun reruntuhan bukit yang mengitari nagari tersebut.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Heryanto Rustam tidak menampik adanya daerah yang belum tersentuh bantuan. Karena itu, dia berjanji mempercepat pendis­tribusian bantuan. ''Memang kami akui, mungkin masih ada daerah yang belum tersentuh bantuan. Bantuan yang masuk dibagi rata. Jadi, dapatnya memang sedikit-sedikit seperti itu," jelasnya.

Dirjen Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI mendeteksi 10 titik yang dikategorikan kawasan rawan penyakit menular. Penyakit yang dianggap rawan tersebut, antara lain, malaria dan kolera. Untuk itu, pihaknya melakukan penyemprotan. Lokasi awal penyemprotan adalah Adira, Ambacang, dan kawasan Pondok. Tiga kawasan itu dianggap rawan terhadap penyakit menular tersebut.

Hingga kemarin, jumlah korban tewas terus meningkat. Namun, pendataan yang dilakukan kerap berbeda. Pada Sabtu (3/10) pukul 21.00, data korban meninggal yang dirilis Satkorlak Pemprov Sumbar mencapai 613 orang. Na­mun, hingga pukul 16.00 kemarin, jum­lahnya turun menjadi 606 orang. "Ada kesalahan verifikasi," ujar salah seorang petugas pendataan yang enggan namanya dikorankan.

Di sisi lain, para korban gempa masih trauma. Ratna, 33, warga yang rumahnya roboh di Jalan Kapal Karam, memilih tidur di luar bersama dua anaknya. "Anak-anak sampai nggak berani tidur di rumah," ungkapnya. Seluruh warga Desa Banuaran, Padang, juga memilih tidur di luar rumah.

Mereka mengkhawatirkan datangnya gempa susulan. "Kami akan tidur di luar sambil memastikan tak ada gempa susulan," ucap Prakoso, salah seorang warga.

Sementara itu, kemarin warga Rao Kabupaten Pasaman dikejutkan guncangan gempa Minggu (4/10) dua kali. Gempa terjadi pukul 03.00 WIB dan pukul 13.45.04 WIB. Gempa dengan kekuatan 4,2 SR itu berlangsung selama beberapa detik disusul getaran kecil.

Gempa tektonik juga mengguncang wilayah Kabupaten Mano­kwari. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan 6,1 Skala Richter (SR) terjadi Ming­gu (4/10) siang pukul 12.36 Wit.

Â

Sumber Berita : Jawapos

Last Updated on Monday, 23 November 2009 21:49
 

Unit Amal Usaha

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday16
mod_vvisit_counterYesterday119
mod_vvisit_counterThis week358
mod_vvisit_counterLast week1304
mod_vvisit_counterThis month870
mod_vvisit_counterLast month6733
mod_vvisit_counterAll days51266

Polling

Apa yang anda cari pada website ini
 

Konsultasi

Dijauhi Keluarga Karena Beda Aqidah

  Dijauhi Keluarga Karena Beda Aqidah Saya seorang mualaf. Baru tiga bulan masuk Islam.  [ ... ]


Istri ingin menjadi TKW

Diasuh Oleh : Farida Widyastuti MPsi SPsi Pertanyaan :  Assalamualaikum wr.wb Bu Farida yang k [ ... ]


Artikel lainnya

Unit Amal Usaha

Radio Perak Jaya Suara Mujahidin

Poliklinik Mujahidin

Lembaga Amal Mujahidin

Sinoman Mujahidin

Koperasi Guru Karyawan Mujahidin

 

 

KAMBING & SAPI QURBAN

INFO SEKITAR QURBAN

Anda ingin qurban sapi patungan ?

@ Rp. 1.400.000;

Hubungi :

Bapak.H.Samiun Pala

085.230.338.763

Anda ingin beli kambing atau sapi

Hubungi :

Bapak Mahmud, SE

Phone : 081.357.682.681

Harga Kompetetif dan

Insya Allah cukup umur

We have 9 guests online

Online

Suara Mujahidin

DAPATKAN SEGERA !

BUNDEL SUARA NUJAHIDIN JILID 2

Edisi 1-12 Tahun ke 2

DENGAN KEMASAN HARD COVER LUX

Info Pemesanan :

08123021894

Dengan Bpk. Mashur Dilmang

 

Video

Kalender

February 2012
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829 

Pendidikan

TK MUJAHIDIN 1

TK MUJAHIDIN 2

SD MUJAHIDIN 1

SD MUJAHIDIN 2

SMP MUJAHIDIN

SMA MUJAHIDIN

 

Iklan

Koperasi Gukar Mujahidin

Dalam rangka expansi Koperasi Gukar Mujahidin

Mencari mitra kerja antara lain :

1. Supplier Toko berupa barang-barang kebutuhan se-hari-hari.

2. Investor untuk usaha minimarket sistim bagi hasil

Insya Allah invest anda menguntungkan dan berkah

Bagi yang berminat, hubungi segera :

Mohammad Munir 085 648 499 554

 

 

alumni

Atau add  Ke facebook :

Mujahidin Comunity