Berita Masjid

Surabaya (31/07/2010)

Bertempat di Masjid Mujahidin, Jalan Perak Barat 275 Surabaya pada pukul 08.30 WIB telah diselenggarakan Pengajian Akbar oleh Ustadz Mas Dhanu dari Jogjakarta Pengasuh acara  bengkel hati di salah satu Stasiun TV swasta.

Sekitar 7000 Jama'ah yang hadir berasal dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto  dan sekitarnya . Mayoritas mereka ingin mendengarkan Tausiyah dari Ustadz Mas Dhanu.

Sebelum acara ini dimulai,diisi dengan presentasi dari Lembaga Amal Mujahidin (LAM) yang disampaikan oleh Direktur LAM Bapak Zen Musta'in. Selain itu juga diserahkan secara simbolis 30 beasiswa untuk yatim dan dhu'afa pintar SMP dan 60 beasiswa tersebar di unit Pendidikan Yayasan Masjid Mujahidin dari TK sampai SMA..

Dalam tausiyahnya ustadz Mas Dhanu menekankan betapa pentingnya ibadah yang dirangkai dalam hubungan dengan Allah SWT dan dengan sesama manusia.

Disharmoni hubungan dengan Allah dan manusia justru menjadi pangkal malapetaka. Karena itulah menurut ustadz Dhanu, seseorang harus memiliki hati yang bersih dan baik, intinya semua dari segumpal daging yang ada dalam tubuh manusia, sebaliknya kalau hati tidak baik, maka rusaklah manusia. Begitulah ajaran Rasulullah. jelasnya.

Dari acara pengajian ini dapat terkumpul infaq sebesar Rp. 40.125.200 untuk Lembaga Amal Mujahidin.

 

KHUTBAH IDUL ADHA 1430 H

DI HALAMAN MASJID MUJAHIDIN SURABAYA

Surabaya, (27/11)

Pada Idul Adha 1430 Hijriyah tahun ini, Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya menyelenggarakan Sholat Ied  di halaman Masjid Mujahidin Surabaya. Bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Muhalimin Mahir, LC, MA, sedang bertindak sebagai Khotib adalah : Ustadz Drs. H.Turhan Badri, M.Si.

Dalam Khutbahnya yang berthema : Dengan Semangat Idul Adha kita hadapai Tantangan  Globalisasi  dan Kemiiskinan di Indonesia, dihadiri kurang lebih sepuluh ribu orang jama'ah laki dan wanita.

Kesimpulan isi khutbah ini adalah Himbauan kepada Umat Islam agar meningkatkan pengorbanan dalam bentuk apapun dalam upaya pemberdayaan masyarakat menuju Baldatun Thoiyibatun Warobbun Ghofur seperti yang di contohkan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam dan Nabiullah Ibrahim Alaihis Salam.

 

Last Updated on Tuesday, 29 June 2010 04:29
 

Agama mengajarkan bahwa semua ibadah hendaknya dilakukan semata-mata ikhlas karena Allah (QS Al-An’am, 6: 162-163). Tak terkecuali ibadah haji dan ibadah Qurban. Karena hanya dengan niat yang ikhlas itu, akan terjamin kemurnian ibadah yang akan membawa kedekatan (taqarrub) kepada Allah. Tanpa adanya keikhalsan hati, mustahil ibadah akan diterima-Nya. (QS Al-Bayyinah, 98: 5). Tanggal 9 Dzulhijjah 1430 H bertepatan dengan 22 November 2009 nanti, jutaan muslim berkumpul di wilayah Kota Suci Makkah. Mereka datang memenuhi panggilan Allah Swt untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka berpakaian seragam putih-putih, datang dari segenap pelosok dunia, berbeda-beda warna kulitnya, bahasanya, kebangsaannya, dan status sosialnya (QS. Al-Haj,22:27).

Segala atribut keduniaan seperti pakaian kedinasan, bintang kehormatan, dan gelar kesarjanaan, harus dengan ikhlas mereka tinggalkan. Di sana tak ada lagi diskripsi golongan, jenis, pangkat, suku, ataupun ststus sosial. Yang ada hanyalah alegori secara komunal kebersamaan dengan peranan masing-masing jamaah haji. Setiap orang dipandang sama. Suasana klimaks dan puncak pelaksanaan ritual dan seremonial ibadah haji, tanggal 9 Dzul-Hijjah, ketika mereka melakukan wukuf di padang Arafah. Klimaks selanjutnya ialah pada tanggal 10 hingga 13 Dzul-Hijjah, yakni ketika mereka mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, melaksanakan thawaf ifadhah dan sa’i di Masjidil Haram. Mereka hanyalah mengenakan busana ihram. Kain putih yang tak berjahit yang satu helai diselendangkan di bahu sebelah kiri, dan yang satu lagi dililitkan di pinggang sebagai sarung.

Kenapa demikian? Karena pada lazimnya, pakaian mewarnai watak manusia. Pakaian dapat melambangkan pola, pangkat, status dan perbedaan tertentu. Pakaian telah menciptakan batas-batas palsu yang menyebabkan timbulnya perbedaan dan perpecahan. Dari perpecahan ini biasanya timbul diskriminasi, dan selanjutnya munculnya konsep aku bukan lagi kita. Aku dipergunakan dalam konteks-konteks seperti suku-ku, golongan-ku, kedudukan-ku, keluarga-ku, kelompok-ku. Aku berbeda dengan kamu, aku lebih super dari kamu, aku lebih hebat dari kamu. Semuanya adalah aku sebagai individu yang sombong, congkak, takabur, hambeg adigang-adigung-adiguna, bukan lagi aku sebagai manusia. Dalam konteks inilah, maka setiap jamaah haji sewaktu melaksanakan prosesi haji harus melepaskan pakaian kotor mereka, pakaian kesombongan, kekejaman, penindasan, penipuan, kelicikan, dan pakaian perbudakan, yang semua itu melambangkan watak dan karakter mereka. Dan kini yang harus mereka pakai hanyalah kain ihram putih yang melambangkan kesucian, mencari makna hidup untuk menjadi manusia seutuhnya.

Pada hari itu, muslim yang tidak menunaikan ibadsah haji disunnahkan untuk membaca takbir, melaksanakan shalat Idul Adha dua raka’at, dan diakhiri menyembelih binatang qurban. Dalam kaitannya dengan menyembelih qurban, Allah menegaskan bahwa daging hewan yang diqurbankan itu tidak akan sampai kepada-Nya kecuali hanyalah ketaqwaan pelaksana qurban itu (QS Al-Haj, 22: 37). Jadi Allah tidak mengharapkan daging dan darah hewan qurban itu, tetapi mental ketaqwaan. Ini semua hanya tumbuh di hati yang bersih dan ikhlas. Di antara hikmah ibadah Qurban, ialah untuk mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah dilimpahkan-Nya yang tak seorangpun dapat menghitungnya (QS Ibrahim, 14: 34). .

Hikmah lainnya adalah dalam rangka menghidupkan sunnah para nabi terdahulu, khususnya sunnah Nabi Ibrahim, Bapak agama monoteisme (tauhid). Ibadah qurban berasal dari pengurbanan agung yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap putranya yang memenuhi perintah Allah. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian megganti putranya Ismail yang akan diqurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar (QS Ash-Shaffat, 37: 107).

Hikmah berikutnya adalah menghidupkan makna takbir di Hari Raya Idul Adha, 10 - 13 Dzulhijjah, yakni Hari Nasar (penyembelihan) dan hari-hari tasyriq. Pada Hari Raya, (Idul Fitri ataupun Idul Adha), setiap muslim diperintahkan untuk mengumandangkan takbir. Hal ini memberikan isyarat kepada kita, bahwa kebahagiaan yang hakiki, hanya akan terwujud, jika manusia itu dengan setulusnya bersedia memberikan pengakuan dan fungsi kehambaannya di hadapan Allah Swt dan dengan setulusnya bersaksi dahwa hanya Allah sajalah yang Maha Besar, Maha Esa, Maha Perkasa, dan sifat kesempurnaan lainya. Kebahagiaan yang sebenarnya akan tercapai, apabila manusia menyadari bahwa fungsi keberadaannya didunia ini hanyalah untuk menjadi hamba dan abdi Allah, bukan abdi dunia, ataupun abdi setan (QS Al-Dzarriyat, 51:56) (*)

 

Last Updated on Tuesday, 29 June 2010 04:29
 


Unit Amal Usaha

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday17
mod_vvisit_counterYesterday119
mod_vvisit_counterThis week359
mod_vvisit_counterLast week1304
mod_vvisit_counterThis month871
mod_vvisit_counterLast month6733
mod_vvisit_counterAll days51267

Polling

Apa yang anda cari pada website ini
 

Konsultasi

Dijauhi Keluarga Karena Beda Aqidah

  Dijauhi Keluarga Karena Beda Aqidah Saya seorang mualaf. Baru tiga bulan masuk Islam.  [ ... ]


Istri ingin menjadi TKW

Diasuh Oleh : Farida Widyastuti MPsi SPsi Pertanyaan :  Assalamualaikum wr.wb Bu Farida yang k [ ... ]


Artikel lainnya

Unit Amal Usaha

Radio Perak Jaya Suara Mujahidin

Poliklinik Mujahidin

Lembaga Amal Mujahidin

Sinoman Mujahidin

Koperasi Guru Karyawan Mujahidin

 

 

KAMBING & SAPI QURBAN

INFO SEKITAR QURBAN

Anda ingin qurban sapi patungan ?

@ Rp. 1.400.000;

Hubungi :

Bapak.H.Samiun Pala

085.230.338.763

Anda ingin beli kambing atau sapi

Hubungi :

Bapak Mahmud, SE

Phone : 081.357.682.681

Harga Kompetetif dan

Insya Allah cukup umur

We have 9 guests online

Online

Suara Mujahidin

DAPATKAN SEGERA !

BUNDEL SUARA NUJAHIDIN JILID 2

Edisi 1-12 Tahun ke 2

DENGAN KEMASAN HARD COVER LUX

Info Pemesanan :

08123021894

Dengan Bpk. Mashur Dilmang

 

Video

Kalender

February 2012
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829 

Pendidikan

TK MUJAHIDIN 1

TK MUJAHIDIN 2

SD MUJAHIDIN 1

SD MUJAHIDIN 2

SMP MUJAHIDIN

SMA MUJAHIDIN

 

Iklan

Koperasi Gukar Mujahidin

Dalam rangka expansi Koperasi Gukar Mujahidin

Mencari mitra kerja antara lain :

1. Supplier Toko berupa barang-barang kebutuhan se-hari-hari.

2. Investor untuk usaha minimarket sistim bagi hasil

Insya Allah invest anda menguntungkan dan berkah

Bagi yang berminat, hubungi segera :

Mohammad Munir 085 648 499 554

 

 

alumni

Atau add  Ke facebook :

Mujahidin Comunity